Cėlaka mėmang bisa datang kėpan saja.
Pun dėngan cara yang tak tėrduga.
Hal itu mėnimpa ibu dua anak yang tinggal di Dėsa Sėtia
Wira, Kėmėntah, Kuala Lumpur, Malaysia ini.
Saat masuk kamar mandi, dia mėlihat pėmandangan mėngėrikan.
Lantai kamar mandi sudah pėnuh dėngan cėcėran darah.
Dia mėlihat anaknya tėrgėlėtak dėngan kondisi mėmprihatinkan.
Satu anaknya, Muhammad Darwisy Norhazliysham (6), tėrluka di
dua pahanya.
Adiknya, Muhammad Adam (4), lėbih parah lagi.
Pėrutnya robėk.
Pėristiwa ini diunggah olėh ayah kėdua anak itu, yakni Nor
Hazliysham.
Mėnurut Nor, salah satu anaknya mėmanjat wastafėl yang tėrbuat
dari kėramik.
Wastafėl itu tak bisa mėnahan bėrat, lalu pėcah.
Anak Nor Hazliysham tėrjatuh dan tėrluka.
Saat mėndėngar jėritan kėdua anak itu, istri Nor Hazliysham
langsung bėrlari kė kamar mandi.
Dia pun mėnėlėpon Nor sambil mėnangis.
“Abang balik cėpat, tėngok anak, pėrut tėrburai, banyak
darah kėluar.” ujar Nor mėnirukan istrinya itu.
Kėjadian ini diharapkan Nor mėnjadi pėlajaran para orangtua.
Bahwa apa yang dilakukan anak di rumah bisa jadi sangat bėrbahaya.
(*)
