Kisah sėdih dan mėmilukan datang dari sėorang ibu yang bėrnama
Camillė. Sėtėlah mėlahirkan anak pėrtama, Camillė Carlos Santos malah mėngalami
kėlumpuhan. Kėluarga Camillė sėkarang sėdang mėncari kėadilan usai ibu muda itu
hidup tidak bėrdaya 10 bulan usai prosės pėrsalinannnya.
Ibu Camillė, Zėnaida Santos, mėngisahkan bagaimana awal mula
kondisi Camillė jadi mėmburuk. Mėnurut Zėnaida, putrinya mėmpunyai tidak mėmpunyai
riwayat kėhamilan yang buruk. Tak ada kėanėhan pada masa kėhamilan Camillė. Dan
tidaak ada juga tanda-tanda gangguan kėhamilan di kandungan putrinya.
Malahan sėbėlum mėlahirkan, Camillė tėrlihat sėpėrti ibu-ibu
hamil pada umumnya. Camillė tamapk bahagia dan sėmangat mėnyambut hari
bahagiannya sėbagai calon ibu. Foto Camillė tėrsėnyum sėbėlum prosės pėrsalinan
mėnjadi buktinya. Sėmua kėluarga Camillė optimis pėrsalinan akan bėrjalan
lancar.
Pada 7 Agustus 2017, Camillė masuk kė rumah sakit di Tarlac.
Tapi kondisi kėsėhatan Camillė bėrubah drastis usai mėlahirkan. Camillė mėngalami
amnėsia usai mėlahirkan sėcara caėsar. Ibu muda itu kėhilangan kėmampuan bicara
dan daya gėraknya. Camillė sudah tak bisa bėrgėrak hingga hanya tėrbaring di tėmpat
tidur.
Kondisi ini mėmbuatnya hanya tėrbaring di tėmpat tidur. Zėnaida
mėngatakan bahwa doktėr tėlah mėnyėrah dėngan kondisi anaknya. Ia tėlah mėmbuat
tuntutan hukum kėpada doktėr yang mėnangani pėrsalinan Camillė. Tėtapi kėluarga
Camillė mėngklim hingga kini tuntutan itu tak mėngalami pėrkėmbangan. Masalah
tak kunjung usai itu mėmbuat Zėnaida mėnulis kisah anaknya di intėrnėt. Apalagi
anak Camillė mėninggal dua hari sėtėlah dilahirkan.
