Stop Sekarang Juga Sebelum Menyesal! Tanpa Disadari
“Kebiasaan Ini” Bisa Bikin Rahim Kamu Harus Diangkat Bahkan Dapat Menyebabkan
Tumor Loh
Fibroid atau uterine fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh
di dalam rahim. Umumnya ditemukan pada wanita usia 30-50 tahun. Mereka
terbentuk dari sel-sel yang membentuk otot dinding rahim. Tumor rahim biasanya
berukuran sebesar biji kacang polong, namun juga bisa membesar hingga seukuran
bola. Meskipun tidak meningkatkan risiko kanker dan tidak mempengaruhi
kesuburan, tumor rahim bisa menekan saluran tuba sehingga mempengaruhi
implantasi telur yang dibuahi. Selain itu dapat juga menekan usus dan kandung
kemih.
Stop Sekarang Juga Sebelum Menyesal! Tanpa Disadari
“Kebiasaan Ini” Bisa Bikin Rahim Kamu Harus Diangkat Bahkan Dapat Menyebabkan
Tumor Loh
Beberapa tumor rahim dapat tumbuh sedikit demi sedikit dari
waktu ke waktu dan banyak wanita yang tidak menyadarinya. Hal ini menyebabkan
ukuran tumor sudah sangat besar saat pertama kali diketahui. Jika kamu
mempunyai ukuran tumor yang sangat besar atau mengalami perdarahan berat,
mungkin histerektomi (operasi pengangkatan rahim) disarankan. Terlebih, jika
jika tidak ingin punya anak lagi. Tumor rahim merupakan alasan paling umum
wanita untuk melakukan histerektomi.
Penyebab Munculnya Tumor Rahim
5 penyebab utama yang harus diperhatikan:
1. Kebiasaan makan yang buruk
Kebiasaan makan yang tidak baik dapat meningkatkan
kemungkinan tumor rahim. Banyak wanita yang tidak suka makanan yang berlemak,
namun hal ini mudah mengalami ketidakseimbangan gizi dan vitamin yang akan
meningkatkan sensitivitas otot rahim terhadap estrogen dan lebih mudah
menyebabkan tumor rahim.
2. Terlalu sering menggunakan pil KB
Komponen utama pil kb adalah estrogen dan progesteron.
Terlalu sering menggunakan pil KB dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormon
yang menyebabkan munculnya tumor rahim. Selain itu, pil KB juga dapat
meningkatkan risiko trombus ( penyakit terhentinya pembuluh utamayang berfungsi
menghantarkan O2 ke otot jantung.) pada wanita. Oleh karena itu, sebaiknya
pilihlah metode kontrasepsi lainnya.
3. Depresi dalam jangka waktu yang panjang
Depresi juga bisa berunjung terjadinya tumor rahim. Kondisi
edokrin dan emosional memiliki hubungan yang sangat erat, sehingga stres mental
dan depresi retan muncul penyakit gangguan endokrin pada wanita. Selain itu,
sekresi estrogen juga meningkat, yang akhirnya meningkatkan risiko tumor rahim
dan penyakit p4yudar4.
4. Kehamilan
Munculnya tumor rahim juga ada hubungannya dengan kehamilan
prematur atau hamil banyak anak. Jika ketika masa hamil sudah memiliki tumor
rahim, maka kadar estrogen selama kehamilan akan meningkat dan mempercepat
pertumbuhan tumor rahim.
5. Kebiasaan hidup yang buruk
Merokok, minum bir, begadang dan kebiasaan buruk lainnya
juga dapat mempengaruhi kondisi endokrin. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini akan
mengakibatkan imunitas tubuh rendah dan menyebabkan penyakit ginekologis.
Gejala Tumor Rahim
1. Keputihan bertambah
Semua penyakit ginekologi dan keputihan memiliki hubungan
tertentu. Pasien dengan tumor rahim pada saat yang bersamaan dapat menyebabkan
varises rahim dan infeksi, sehingga sekresi cairan dan keputihan pada vagina
akan bertambah, terkadang ada bau.
2. Darah saat menstruasi bertambah
Ketika tumor pada rahim terus membesar, volume rahim juga
akan membesar. Hal ini dapat menganggu fisiologis normal pada rahim.
3. Merasakan nyeri saat menstruasi
Pasien akan merasakan nyeri saat haid karena tumor dapat
menekan saraf.
Jika kamu merasakan beberapa tanda atau gejala seperti di
atas sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar bisa dengan mudah disembuhkan
sejak dini dan tidak menyebabkan infertilitas pada wanita, keguguran, sering
buang air kecil atau bahkan kanker rahim yang lebih ganas.
Hal yang Harus Diperhatikan
Meskipun tumor rahim tidak berbahaya, namun numah
menyebabkan komplikasi. Jika pada keawalan hamil pasien memiliki tumor rahim,
maka tidak memungkinkan implantasi telur dan pertumbuhan. Risiko keguguran
adalah 2-3 kali lipat dari non-pasien. Jika harus aborsi pun tidak dapat
sepenuhnya karena akan mengakibatkan lebih banyak pendarahan.
Jika tumor rahim tumbuh pada pertengahan kehamilan, maka
tumor akan menganggu aktivitas janin dan malposisi janin. Hal ini akan
menyebabkan anak lahir prematur.
Oleh karena itu, bagaimanapun juga, wanita tetap harus
periksa secara teratur setiap tahunnya. Semoga artikel ini bermanfaat yah!
Jangan lupa untuk SHARE dan LIKE artikel ini.
Sumber: How
